Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang diampu oleh
Dosen Dr. Nani Sunarni
Disusun oleh :
Ahmad Maulana Fahmi Hasan 180210130039

Program Studi
Bahasa dan Sastra Sunda
Fakultas Ilmu
Budaya
Univertas
Padjadjaran
Jatinangor
2015
Wayang Golek Sebagai Alternatif Perlawanan Terhadap Wabah Westernisasi
Budaya
Bab I
I.I Latar Belakang Masalah
Arus globalisasi yang
mengguncang dunia saat ini begitu terasa berdampak hingga ke berbagai
sendi-sendi kehidupan. Bukan hanya negara maju yang dilanda arus globalisasi,
tetapi hampir seluruh negara didunia di era modern ini mengahadapi globalisasi,
bahkan termasuk negara Indonesia sendiri. Sebagai negara yang besar. Indonesia
yang memiliki wilayah sangat luas yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang
kini menjadi negara yang sangat berpengaruh didunia.
Arus
globalisasi di Indonesia begitu terasa, masuk hingga ke berbagai kalangan
masyarakat.Globalisasi datang mendorong pesat perkembangan urabanisasi. Di
Indonesia sendiri terbagi menjadi beberapa wilayah urban yang sering disebut
dengan rumpun-rumpun metropolitan, seperti yang utama adalah wilayah
Jabodetabek. Merupakan suatu contoh wilayah urban terbesar pertama di
Indonesia dan ketiga didunia. Bahkan
menurut riset pada tahun 2017 mendatang wilayah Jabodetabek dapat menjadi
wilayah uran terpadat didunia. Hal ini menjadi suatu permasalahan baru., karena
urbanisasi dan globalisasi datang tidak hanya memberikan dampak yang positif
tetapi juga mendatangkan berbagai hal negatif. Contoh konkritnya dalam hal
elektronik dan media masa. Globalisasi mendorong berbagai bentuk barag
elektronik. Barang elektronik dapat berupa televise dan lainnya. Untuk televisi
sendiri tidak hanya digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi tetapi
juga merupakan sarana yang mendatangkan contoh-contoh yang tidak bermoral.
Seperti busana-busana serba mini yang dipakai oleh para artis yang kemudian
dicontoh oleh masyarakat, yang kemudian hal ini yang mendatangkan berbagai
tindak kriminalitas.
Seiring kemajuan zaman dimana budaya dan nilai nilai
berkembang dalam era makro Globalisasi, menurut pengamatan Penulis, banyak
dinamika yang terjadi yang tidak menutup kemungkinan akan adanya pergesaran
pergeseran kultur yang juga member efek pada perekonomian pedesaan yang
ditopang dari sector pertanian dan perkebunan. Belakangan kita tahu Indonesia
sebagai Negara berkembang tentunya tidak terlepas dari hegemoni Negara Negara
barat.Sehingga, nilai nilai barat yang sangat kental dengan Nilai nilai
kebebasan sangat mudah masuk ke masyarakat kita. Selain itu, Produk produk
barat pun kini juga mulai melekat di masyarakat kita, sehingga menjadi tren
tersendiri yang pada akhirnya menjadi style, gaya hidup, dan prestisius
tersendiri di kalangan Masyarakat kita. Hal diatas saya istilahkan disini sebagai Westernisasi,
masuknya budaya budaya barat ke masyarakat bangsa Indonesia. Untuk Masyarakat
Desa mungkin dampaknya masih belum bisa dirasakan sebesar masyarakat yang ada
di perkotaan, namun bukan berarti hal itu tidak akan terjadi di masyarakat
pedesaan. Karena Cepat atau lambat pengaruh westernisasi pasti akan merambat
seperti virus virus yang akan menggerogoti sendi sendi nilai kebudayaan di wilayah
pedesaan sekalipun, dikarenakan budaya budaya barat lebih menawarkan sesuatu
yang lebihn instan, praktis, dan berbagai macam kemududahan yang dipandang
lebih modern. Sehingga, dalam benak masyarakat kita segala produk barat dan
segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia barat dipandang lebih maju.
Meskipun dampak tersebut belum terlihat signifikan, namun untuk saat ini kita
mungkin sedikit merasakan dampak masuknya nilai nilai dan budaya barat yang
tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga wilayah pedesaan.
Hal ini dapat kta lihat dengan semakin berkembanganya
teknologi informasi dan berbagai macam produk barat yang mulai banyak menjamur.
Sehingga, secara tidak langsung, mulai dari teknologi TV, handphone, jaringan
internet yang semakin mudah diakses, dengan sangat mudahnya akan menjadi jalur
untuk masuknya paham paham, kultur, dan nilai nilai barat, yang kemudian akan
berkembang menjadi Pola dan gaya hidup Masyarakat Pedesaan. Tentunya hal tersebut bukanlah hal
yang diinginkan oleh kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan
identitas sebagaui bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Oleh karena
itu, Perlu kita cermati kembali Hal hal yang sekiranya dapat merusak nilai
nilai kedaerahan , utamanya yang berkembenag di pedesaan, mengingat peranan
Masyarakat Pedesaan yang cukup penting didalam Negara kesatuan kita ini. Dengan demikian
saya mengangkat kasus “Westernisasi” sebagai latar belakang
masalah
ini. Untuk menjelaskan bagaimana hawatirnya saya melihat kriminalitas-krimnalitas
yang diawali oleh wbah westernisasi budaya terjadi saat ini.
I.II Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan wabah
westernisasi budaya ?
2. Apakah sajakah faktor penyebab
westernisasi budaya tersebut ?
3. Bagaimanakah dampak dari terjadinya
weternisasi ?
5. Bagaimanakah
peran wayang golek sebagai salah satu bentuk kearifan lokal dalam
mempertahankan Indentitas Nasional dan melawan arus wabah westernisasi budaya ?
Bab II
II.I Kajian dan Landasan Teori
A. Westernisasi
Budaya
Menurut Samuel.P.Huntington dalam bukunya yang berjudul”The Clash Of
Civilization” Westernisasi adalah Proses yang mengikuti segala bentuk gaya
hidup bangsa barat. Adapun pengertian lain, Westernisasi adalah suatu perbuatan
seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalisme yang meniru atau melakukan
aktivitas bersifat kebarat-baratan. Westernisasi sekarang ini sangat
terlihat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia tanpa kita
sadari,dilihat dari gaya hidup yang bermewah-mewahan,gaya rambut
kepirang-pirangan dan sifat konsumerisme dan glamorisme yang mulai timbul pada
tiap diri masyarakat.
Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan
hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang
tidak perlu diikuti. Pemikiran Westernisasi adalah sebuah arus besar yg
mempunyai jangkauan politik sosial kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan
mewarnai kehidupan bangsa-bangsa terutama kaum muslimin dgn gaya Barat. Dengan
banyak cara, westernisasi menggusur kepribadian suatu bangsa yang merdeka dan
memiliki karakteristik yang unik. Kemudian bangsa tersebut dijadikan boneka
yang meniru secara total peradaban Barat.
Westernisasi di Indonesia menurut kami merupakan suatu masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya, norma, adat istiadat yang sejujurnya merupakan warisan kepribadian bangsa Indonesia asli berasal dari nenek moyang kita terdahulu. Dan apabila warisan kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka sesungguhnya akan memberikan suatu nilai lebih bagi kehidupan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda. Scholte menyatakan menyebarnya pikiran Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
Westernisasi di Indonesia menurut kami merupakan suatu masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya, norma, adat istiadat yang sejujurnya merupakan warisan kepribadian bangsa Indonesia asli berasal dari nenek moyang kita terdahulu. Dan apabila warisan kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka sesungguhnya akan memberikan suatu nilai lebih bagi kehidupan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda. Scholte menyatakan menyebarnya pikiran Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
B. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan westernisasi
:
1) Kurang penguasaan dan
berkembangnya IPTEK
2) Masyarakat yang bersifat
konsumtif terhadap barang-barang luar negeri
3) Masuknya budaya barat dan
akulturasi budaya
4) Kurangnya kesadaran masyarakat
akan memilah budaya yang baik atau buruk
5) Munculnya keinginan untuk mencari
kebebasan,seperti negara-negara barat
6) Meniru gaya berbusana,rambut
serta gaya hidup kebarat-baratan
C. Dampak positif terjadi Westernisasi :
1) Dapat menguasai IPTEK
2) Terjadi Akulturasi budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan
hal-hal yang baru
3) Dapat mengikuti mode pakaian dan
gaya hidup yang sedang populer
4) Pengunaan bahasa-bahasa lain
dalam komunikasi dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan
5) Munculnya ide-ide baru ang dapat
membantu kemajuan IPTEK
D. Dampak negatif terjadi Westernisasi :
1) Masuknya paham-paham barat yang dapat merusak moral bangsa
2) Lunturnya jiwa nasionalisme
bangsa
3)
Melunturkan semangat cinta akan
bangsa dan budaya sendiri
4) Gaya hidup yang bersifat
konsumtif
5) Mencari segala sesuatu yang
instan
6) Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme,yang mengakibatkan munculnya seks bebas,pornografi,dan lainnya.
II.II Pembahasan
Masalah
Perubahan sosial dapat diartikan perubahan yang terjadi akibat adanya
ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam
kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi
fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud perubahan
budaya adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara
unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak
serasi fungsinya bagi kehidupan. Westernisasi adalah sebuah arus besar yang
mempunyai jangkauan politik, sosial, budaya, dan teknologi. Arus ini bertujuan
mewarnai kehidupan sehari-hari bangsa-bangsa dengan gaya Barat. Dengan banyak
cara, westernisasi menggusur kepribadian suatu bangsa yang merdeka dan memiliki
karakteristik yang unik. Kemudian bangsa tersebut dijadikan boneka yang meniru
secara total peradaban Barat.
Westernisasi di Indonesia menurut kami merupakan suatu
masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap
masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya,
norma, adat istiadat yang sejujurnya merupakan warisan kepribadian bangsa
Indonesia asli berasal dari nenek moyang kita terdahulu. Dan apabila warisan
kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka sesungguhnya akan memberikan
suatu nilai lebih bagi kehidupan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara
lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda.
Sekarang ini begitu banyak generasi bangsa Indonesia yang bersikap
“kebarat-baratan”, kini jati diri bangsa hanya tampak pada sebagian kecil
kelompok masyarakat. Generasi kita terlalu bangga dengan kebiasaan dan adat
orang-orang Barat, sementara dengan adat sendiri malu apabila menunjukkan adat
tersebut di depan umum. Hal ini diperparah dengan minimnya perhatian pemerintah
serta tersebar luasnya budaya Barat melalui media-media baik cetak maupun
elektronik yang menonjolkan budaya-budaya Barat.
Sebagai contoh Perubahan Busana dan Cara Berpakaian
Warga Indonesia sendiri banyak yang menyalah gunakan
produk industri, misalnya thank top yang diluar negeri digunakan pada musim
panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan untuk bergaya di depan umum.
Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia latah terhadap perubahan. Mereka
menganggap pakaian produksi negara Barat tersebut sesuai dengan budaya Timur
yang dianut oleh bangsa kita Indonesia. Pada jaman dahulu massyarakat Indonesia
terutama kaum wanita dalam berpakain sangat bagus.Dari mulai memakai kebaya dan
jarit atau memakai batik dan memakai rok.akan terlihat sangat anggun. Tetapi
dengan kemajuan jaman dan bergaya hidup kebarat-baratan berpakain seperti itu
dianggap kuno. Kenyataanya pada saat ini penggunaan tanktop dan hot pants
sangat marak. Dari semua kalangan terutama abg maupun kalangan perempuan
berjilbab sekalipun.
Hot pants adalah busana wanita yang berupa celana mini
atau pendek dan berbahan jeans atau kain yang berasal dari Amerika biasaanya
dipakai pada musim panas. Sedangkan
Tanktop adalah pakaian yang diproduksi tanpa lengan dipakai oleh wanita.
Tank top terkenal sebagai
pakaian kasual untuk cuaca panas. Namanya berasal dari kata Bahasa Inggris
'swimming tank' yang adalah ungkapan lama yang sekarang berarti kolam renang.
Pada abad 19 dan awal abad 20, celana pendek digunakan
oleh anak laki-laki hingga ia mencapai umur tertentu. Namun sekarang ini, semua
menggunakan yang pendek-pendek ini untuk semua jenis kelamin, baik itu cowo
maupun cewe. Untuk Hot Pants itu sendiri mulai terkenal diawal tahun
70-an. Dikalangan prostitusi Eropa,
Hotpants ini digunakan sebagai pengganti dari miniskirt, yang mana paha lebih
terlihat, lebih sexy dan lebih menarik dibanding jika pake miniskirt. Di
Indonesia Mode ini sekarang sedang trendi sekali, namun kebanyakan cewe yang
pake ini, syaratnya buat ini pribadi, si cewe musti punya paha bagus dan mulus
he hehe, terlalu subjektif ya. Menurut pengamatan saya secara kasat mata
(karena tanpa riset terlebih dulu), hotpants ini diperkenalkan oleh para penari
latar yang sering muncul di tv, kemudian banyak artis-artis yang mulai
menggunakan hotpants ini untuk acara shownya, syuting, jalan-jalan, dll,
kemudian menjadi trend bagi perempuan Indonesia. Selain terkesan ingin
menunjukan paha yang mulus itu, ya tentu saja alasannya karena suhu di
Indonesia gerah akhir-akhir ini, ada juga yang memang menggunakan hot pantsdan
tank top ini karena merasa nyaman dan enjoy menggunakannya tanpa maksud
tertentu
Peggunaan
tersebut di populerkan terutama oleh kalangan artis. Menyikapi para
public figur di tanah air indonesia ini sungguh - sungguh menyedihkan dan
memprihatinkan , kadang bikin mulut ternganga dan juga kadang bikin miris dan
sedih melihat mereka, duh Indonesiaku hanya seperti negeri dongeng .Apalagi
mengenai artis dan aktor kita yang saat itu diberitakan sedang banyak -
banyaknya menyepelekan masalah agama.
Sekarang muncul fenomena baru yaitu buka jilbab
.Jilbab adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan,
kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita
muslim. Yang sempat aku lihat adalah ada dua orang artis
yang juga memutuskan membuka jilbab dari yang tadinya menutup erat seluruh
tubuhnya , tiba - tiba tayangan diganti dengan adegan sang artis yang telah
membuka jilbabnya dengan santai dengan baju tank top, dan dada terbuka lalu apa
alasan beliau? yah supaya tidak terkotak-kotak,,,dan saya merasa lebih
bebaslalu.tetapi tidak hanya artis seperti juga halnya wanita biasa yang lain.
Dari public figure tersebut meramat hingga masyarakat
luas .yang tadinya memakai jarit kemudian menggunakan rok kemudian celana
panjang kemudian menggunakan rok mini dan kini hot pants serta di lengkapi
dengan menggunakan tank top itulah trend saat ini. Pakaian tersebut biasanya
banyak dipakai oleh penari di discotic juga. Menggunakan busana tersebut dirasa
akan lebih menarik perhatian dan lebih yaman dipakai. Kalau memakai pakaian
tersebut jaman dulu akan melanggar norma-norma yang berlaku tetapi sekarang
menjadi hal yang biasa-biasa saja.
Selain itu masalah norma berperilaku dalam kehidupan
masyarakat, kita tahu bahwa orang Jawa terkenal dengan “unggah-ungguhnya”
apabila bertemu dengan orang lain, namun di era modernisasi ini orang-orang
semakin jarang melakukannya banyak diantara mereka yang justru cuek bebek dan
selalu menunjukkan bahwa seolah-olah orang itu hidup sendirian (individualis),
padahal kita tahu sikap dan gaya individualis adalah gaya orang-orang Barat,
dan tidak sesuai dengan budaya Timur negara kita.
Untuk itulah diperlukan kesadaran bersama baik pemerintah maupun
masyarakat, serta dilakukan penanaman, penghayatan, dan pengamalan lebih
mengenai pengetahuan akan kepribadian ataupun jati diri bangsa kita sehingga
nantinya budaya asli kita tidak akan hilang tergilas oleh perkembangan roda
zaman yang diboncengi masuknya berbagai budaya asing ke dalam negara kita. Masyarakat
harus bisa mengambil hal-hal yang baik dari suatu budaya asing serta membuang
hal-hal yang buruk dari budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian
maupun jati diri bangsa kita.
B. Westernisasi
Budayan VS Wayang Golek, Identitas Nasional, dan Kearifan Lokal
Sebagaimana dijelaskan oleh Fortunately,
bahwa Westernisasi pada umumnya adalah gerakan gerakan yang berorentasi pada
pengaruh pengaruh Nilai nilai serta budaya barat yang ditujukan kepada Negara
Negara dunia, utamanya adalah Negara Islam. Sebagaimana kita tahu bahwa
Indonesia adalah Negara Islam terbesar dunia, dimana tentunya Islam adalah
salah satu objek Negara yang dimaksud.Dengan Penduduknya Yang cukup besar,
serta dengan Nilai nilai Ketimuran dan Nilai nilai Kegamaan yang utamanya
adalah Islam maka sebenarnya Indonesia adalah objek yang sangat Prospektus dan
Utama sebagai target pengembangan westernisasi oleh Negara Negara Barat. Dan
Apabila kita berkaca lebih dalam, maka semenjak sebelum kemerdekaan Indonesia
hingga kemerdekaan Negara ini yang dipimpin oleh rezim orde lama dan orde baru,
maka Indonesia cukup dipandang sebagai Negara yang cukup kental dengan Nilai
nilai dan budaya nya sebagai identitas Negara Ketimuran dan Negara Dengan warna
Keislaman yang cukup kuat. Sebagai Indikasinya kita dapat melihatnya selain
jumlah penduduk Islamnya terbesar adalah berkembangnya berbagai kelompok
kelompok Islam , partai partai Islam serta penduduknya yang secara nilai
Ritulaitas Islamnya cukup tinggi.
Westernisasi seperti telah dijelaskan diatas
merupakan suatu tindakan meniru orang-orang barat. Yang pada mayoritasnya
berkecenderungan menganut paham liberalism. Hal ini tentu tidak sejalan jika
dipadukan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama
Muslim.Pengaruh dari terjadinya westernisasi budaya ini terhadap identitas
nasional memang sangat berpengaruh negative, pasalnya Westernisasi jelas
menggali budaya barat yang kemudian melupakan budayanya sendiri. Sehingga jika
budaya suatu bangsa telah hilang maka jati diri dan identitas bangsa tersebut
pun hilang.
Oleh karena itu jelas perlu dilakukan
berbagai cara untuk mengantisipasinya. Westernisasi memang sulit untuk
dihentikan dikarenakan zaman yang akan terus aju dan berkembang, yang kemudian
menyebabkan modernisasi. Modernisasi ini menyebabkan terjadinya globalisasi.
Yang kemudian dari globalsasi tersebut lahirlah westernisasi. Namun meskipun
westernisasi sulit untuk dihentikan, masih banyak cara untuk menghentikannya
misalnya dengan cara mempertahankan kearifan lokal, seperti mengubah saran
hiburan tontonan dari televisi, atau drama teater ke wayang golek. Karena
wayang merupakan sarana hiburan yang lebih aman dari pengaruh global. Wayang
golek pun merupakan salaha satu bentuk kearifan lokal dan Identitas bangsa.
Dengan demikian cara seperti inilah yang diaharapkan tumbuh dari
pemikiran-pemikiran kaum muda bangsa ini. Sehingga westernisasi tidak akan
menjamur lagi dinegara ini. Dan Identitas Nasional serta kearifan lokal pun
akan terjaga dengan baik.
Bab
III
Penutup
Kesimpulan
Westernisasi seperti telah dijelaskan
diatas merupakan suatu tindakan meniru orang-orang barat. Yang pada
mayoritasnya berkecenderungan menganut paham liberalism. Hal ini tentu tidak
sejalan jika dipadukan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama
Muslim.Pengaruh dari terjadinya westernisasi budaya ini terhadap identitas
nasional memang sangat berpengaruh negative, pasalnya Westernisasi jelas
menggali budaya barat yang kemudian melupakan budayanya sendiri. Sehingga jika
budaya suatu bangsa telah hilang maka jati diri dan identitas bangsa tersebut
pun hilang.
Oleh karena itu jelas perlu
dilakukan berbagai cara untuk mengantisipasinya. Diantaranya masih banyak cara
untuk menghentikannya misalnya dengan cara mempertahankan kearifan lokal,
seperti mengubah saran hiburan tontonan dari televisi, atau drama teater ke
wayang golek. Karena wayang merupakan sarana hiburan yang lebih aman dari
pengaruh global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar