Minggu, 06 November 2016

Wayang Golek Sebagai Alternatif Perlawanan Terhadap Wabah Westernisasi Budaya

 Wayang Golek Sebagai Alternatif Perlawanan Terhadap Wabah Westernisasi Budaya
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang diampu oleh Dosen Dr. Nani Sunarni
Disusun oleh :
Ahmad Maulana Fahmi Hasan 180210130039

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQwnBB-H9joSwCYMLuW4PKNGz2jqZt0BDOYX2h9BGWvWYGoVK9g

Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda
Fakultas Ilmu Budaya
Univertas Padjadjaran
Jatinangor
2015


Wayang Golek Sebagai Alternatif Perlawanan Terhadap Wabah Westernisasi Budaya

Bab I
I.I Latar Belakang Masalah
            Arus globalisasi yang mengguncang dunia saat ini begitu terasa berdampak hingga ke berbagai sendi-sendi kehidupan. Bukan hanya negara maju yang dilanda arus globalisasi, tetapi hampir seluruh negara didunia di era modern ini mengahadapi globalisasi, bahkan termasuk negara Indonesia sendiri. Sebagai negara yang besar. Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang kini menjadi negara yang sangat berpengaruh didunia.
            Arus globalisasi di Indonesia begitu terasa, masuk hingga ke berbagai kalangan masyarakat.Globalisasi datang mendorong pesat perkembangan urabanisasi. Di Indonesia sendiri terbagi menjadi beberapa wilayah urban yang sering disebut dengan rumpun-rumpun metropolitan, seperti yang utama adalah wilayah Jabodetabek. Merupakan suatu contoh wilayah urban terbesar pertama di Indonesia  dan ketiga didunia. Bahkan menurut riset pada tahun 2017 mendatang wilayah Jabodetabek dapat menjadi wilayah uran terpadat didunia. Hal ini menjadi suatu permasalahan baru., karena urbanisasi dan globalisasi datang tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga mendatangkan berbagai hal negatif. Contoh konkritnya dalam hal elektronik dan media masa. Globalisasi mendorong berbagai bentuk barag elektronik. Barang elektronik dapat berupa televise dan lainnya. Untuk televisi sendiri tidak hanya digunakan sebagai media untuk mendapatkan informasi tetapi juga merupakan sarana yang mendatangkan contoh-contoh yang tidak bermoral. Seperti busana-busana serba mini yang dipakai oleh para artis yang kemudian dicontoh oleh masyarakat, yang kemudian hal ini yang mendatangkan berbagai tindak kriminalitas.
            Seiring kemajuan zaman dimana budaya dan nilai nilai berkembang dalam era makro Globalisasi, menurut pengamatan Penulis, banyak dinamika yang terjadi yang tidak menutup kemungkinan akan adanya pergesaran pergeseran kultur yang juga member efek pada perekonomian pedesaan yang ditopang dari sector pertanian dan perkebunan. Belakangan kita tahu Indonesia sebagai Negara berkembang tentunya tidak terlepas dari hegemoni Negara Negara barat.Sehingga, nilai nilai barat yang sangat kental dengan Nilai nilai kebebasan sangat mudah masuk ke masyarakat kita. Selain itu, Produk produk barat pun kini juga mulai melekat di masyarakat kita, sehingga menjadi tren tersendiri yang pada akhirnya menjadi style, gaya hidup, dan prestisius tersendiri di kalangan Masyarakat kita. Hal diatas saya istilahkan disini sebagai Westernisasi, masuknya budaya budaya barat ke masyarakat bangsa Indonesia. Untuk Masyarakat Desa mungkin dampaknya masih belum bisa dirasakan sebesar masyarakat yang ada di perkotaan, namun bukan berarti hal itu tidak akan terjadi di masyarakat pedesaan. Karena Cepat atau lambat pengaruh westernisasi pasti akan merambat seperti virus virus yang akan menggerogoti sendi sendi nilai kebudayaan di wilayah pedesaan sekalipun, dikarenakan budaya budaya barat lebih menawarkan sesuatu yang lebihn instan, praktis, dan berbagai macam kemududahan yang dipandang lebih modern. Sehingga, dalam benak masyarakat kita segala produk barat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia barat dipandang lebih maju. Meskipun dampak tersebut belum terlihat signifikan, namun untuk saat ini kita mungkin sedikit merasakan dampak masuknya nilai nilai dan budaya barat yang tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga wilayah pedesaan.
            Hal ini dapat kta lihat dengan semakin berkembanganya teknologi informasi dan berbagai macam produk barat yang mulai banyak menjamur. Sehingga, secara tidak langsung, mulai dari teknologi TV, handphone, jaringan internet yang semakin mudah diakses, dengan sangat mudahnya akan menjadi jalur untuk masuknya paham paham, kultur, dan nilai nilai barat, yang kemudian akan berkembang menjadi Pola dan gaya hidup Masyarakat Pedesaan. Tentunya hal tersebut bukanlah hal yang diinginkan oleh kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan identitas sebagaui bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Oleh karena itu, Perlu kita cermati kembali Hal hal yang sekiranya dapat merusak nilai nilai kedaerahan , utamanya yang berkembenag di pedesaan, mengingat peranan Masyarakat Pedesaan yang cukup penting didalam Negara kesatuan kita ini. Dengan demikian saya mengangkat kasus “Westernisasi” sebagai latar belakang  masalah ini. Untuk menjelaskan bagaimana hawatirnya saya melihat kriminalitas-krimnalitas yang diawali oleh wbah westernisasi budaya terjadi saat ini.
I.II Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan wabah westernisasi budaya ?
2. Apakah sajakah faktor penyebab westernisasi budaya tersebut ?
3. Bagaimanakah dampak dari terjadinya weternisasi ?
5. Bagaimanakah peran wayang golek sebagai salah satu bentuk kearifan lokal       dalam mempertahankan Indentitas Nasional dan melawan arus wabah            westernisasi budaya ?








Bab II
II.I Kajian dan Landasan Teori
A. Westernisasi Budaya
            Menurut Samuel.P.Huntington dalam bukunya yang berjudul”The Clash Of Civilization” Westernisasi adalah Proses yang mengikuti segala bentuk gaya hidup bangsa barat. Adapun pengertian lain, Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalisme yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-baratan. Westernisasi sekarang ini sangat terlihat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia tanpa kita sadari,dilihat dari gaya hidup yang bermewah-mewahan,gaya rambut kepirang-pirangan dan sifat konsumerisme dan glamorisme yang mulai timbul pada tiap diri masyarakat.
            Westernisasi sudah berkembang di masyarakat luas. Dan hal ini menuntut kita untuk mewaspadai manakah yang bisa diterima dan mana yang tidak perlu diikuti. Pemikiran Westernisasi adalah sebuah arus besar yg mempunyai jangkauan politik sosial kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa-bangsa terutama kaum muslimin dgn gaya Barat. Dengan banyak cara, westernisasi menggusur kepribadian suatu bangsa yang merdeka dan memiliki karakteristik yang unik. Kemudian bangsa tersebut dijadikan boneka yang meniru secara total peradaban Barat.
Westernisasi di Indonesia menurut kami merupakan suatu masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap masyarakat
multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya, norma, adat istiadat yang sejujurnya merupakan warisan kepribadian bangsa Indonesia asli berasal dari nenek moyang kita terdahulu. Dan apabila warisan kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka sesungguhnya akan memberikan suatu nilai lebih bagi kehidupan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda. Scholte menyatakan menyebarnya pikiran Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
B. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan westernisasi :
1) Kurang penguasaan dan berkembangnya IPTEK
2) Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri
3) Masuknya budaya barat dan akulturasi budaya
4) Kurangnya kesadaran masyarakat akan memilah budaya yang baik atau buruk
5) Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan,seperti negara-negara barat
6) Meniru gaya berbusana,rambut serta gaya hidup kebarat-baratan

C. Dampak positif terjadi Westernisasi :
1) Dapat menguasai IPTEK
2) Terjadi Akulturasi budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan hal-hal yang baru
3) Dapat mengikuti mode pakaian dan gaya hidup yang sedang populer
4) Pengunaan bahasa-bahasa lain dalam komunikasi dalam meningkatkan   wawasan ilmu pengetahuan
5) Munculnya ide-ide baru ang dapat membantu kemajuan IPTEK


D. Dampak negatif terjadi Westernisasi : 
1) Masuknya paham-paham barat yang dapat merusak moral bangsa
2) Lunturnya jiwa nasionalisme bangsa
3) Melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri
4) Gaya hidup yang bersifat konsumtif
5) Mencari segala sesuatu yang instan
6) Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme,yang mengakibatkan        munculnya seks bebas,pornografi,dan lainnya.

II.II Pembahasan Masalah
            Perubahan sosial dapat diartikan perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud perubahan budaya adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Westernisasi adalah sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik, sosial, budaya, dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan sehari-hari bangsa-bangsa dengan gaya Barat. Dengan banyak cara, westernisasi menggusur kepribadian suatu bangsa yang merdeka dan memiliki karakteristik yang unik. Kemudian bangsa tersebut dijadikan boneka yang meniru secara total peradaban Barat.
Westernisasi di Indonesia menurut kami merupakan suatu masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya, norma, adat istiadat yang sejujurnya merupakan warisan kepribadian bangsa Indonesia asli berasal dari nenek moyang kita terdahulu. Dan apabila warisan kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka sesungguhnya akan memberikan suatu nilai lebih bagi kehidupan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda. Sekarang ini begitu banyak generasi bangsa Indonesia yang bersikap “kebarat-baratan”, kini jati diri bangsa hanya tampak pada sebagian kecil kelompok masyarakat. Generasi kita terlalu bangga dengan kebiasaan dan adat orang-orang Barat, sementara dengan adat sendiri malu apabila menunjukkan adat tersebut di depan umum. Hal ini diperparah dengan minimnya perhatian pemerintah serta tersebar luasnya budaya Barat melalui media-media baik cetak maupun elektronik yang menonjolkan budaya-budaya Barat.
Sebagai contoh Perubahan Busana dan Cara Berpakaian
Warga Indonesia sendiri banyak yang menyalah gunakan produk industri, misalnya thank top yang diluar negeri digunakan pada musim panas, akan tetapi di Indonesia malah digunakan untuk bergaya di depan umum. Hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia latah terhadap perubahan. Mereka menganggap pakaian produksi negara Barat tersebut sesuai dengan budaya Timur yang dianut oleh bangsa kita Indonesia. Pada jaman dahulu massyarakat Indonesia terutama kaum wanita dalam berpakain sangat bagus.Dari mulai memakai kebaya dan jarit atau memakai batik dan memakai rok.akan terlihat sangat anggun. Tetapi dengan kemajuan jaman dan bergaya hidup kebarat-baratan berpakain seperti itu dianggap kuno. Kenyataanya pada saat ini penggunaan tanktop dan hot pants sangat marak. Dari semua kalangan terutama abg maupun kalangan perempuan berjilbab sekalipun.
Hot pants adalah busana wanita yang berupa celana mini atau pendek dan berbahan jeans atau kain yang berasal dari Amerika biasaanya dipakai pada musim panas. Sedangkan Tanktop adalah pakaian yang diproduksi tanpa lengan dipakai oleh wanita. Tank top terkenal sebagai pakaian kasual untuk cuaca panas. Namanya berasal dari kata Bahasa Inggris 'swimming tank' yang adalah ungkapan lama yang sekarang berarti kolam renang.
Pada abad 19 dan awal abad 20, celana pendek digunakan oleh anak laki-laki hingga ia mencapai umur tertentu. Namun sekarang ini, semua menggunakan yang pendek-pendek ini untuk semua jenis kelamin, baik itu cowo maupun cewe. Untuk Hot Pants itu sendiri mulai terkenal diawal tahun 70-an.  Dikalangan prostitusi Eropa, Hotpants ini digunakan sebagai pengganti dari miniskirt, yang mana paha lebih terlihat, lebih sexy dan lebih menarik dibanding jika pake miniskirt. Di Indonesia Mode ini sekarang sedang trendi sekali, namun kebanyakan cewe yang pake ini, syaratnya buat ini pribadi, si cewe musti punya paha bagus dan mulus he hehe, terlalu subjektif ya. Menurut pengamatan saya secara kasat mata (karena tanpa riset terlebih dulu), hotpants ini diperkenalkan oleh para penari latar yang sering muncul di tv, kemudian banyak artis-artis yang mulai menggunakan hotpants ini untuk acara shownya, syuting, jalan-jalan, dll, kemudian menjadi trend bagi perempuan Indonesia. Selain terkesan ingin menunjukan paha yang mulus itu, ya tentu saja alasannya karena suhu di Indonesia gerah akhir-akhir ini, ada juga yang memang menggunakan hot pantsdan tank top ini karena merasa nyaman dan enjoy menggunakannya tanpa maksud tertentu
Peggunaan  tersebut di populerkan terutama oleh kalangan artis. Menyikapi para public figur di tanah air indonesia ini sungguh - sungguh menyedihkan dan memprihatinkan , kadang bikin mulut ternganga dan juga kadang bikin miris dan sedih melihat mereka, duh Indonesiaku hanya seperti negeri dongeng .Apalagi mengenai artis dan aktor kita yang saat itu diberitakan sedang banyak - banyaknya menyepelekan masalah agama.
Sekarang muncul fenomena baru yaitu buka jilbab .Jilbab adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Yang sempat aku lihat adalah ada dua orang artis yang juga memutuskan membuka jilbab dari yang tadinya menutup erat seluruh tubuhnya , tiba - tiba tayangan diganti dengan adegan sang artis yang telah membuka jilbabnya dengan santai dengan baju tank top, dan dada terbuka lalu apa alasan beliau? yah supaya tidak terkotak-kotak,,,dan saya merasa lebih bebaslalu.tetapi tidak hanya artis seperti juga halnya wanita biasa yang lain.
Dari public figure tersebut meramat hingga masyarakat luas .yang tadinya memakai jarit kemudian menggunakan rok kemudian celana panjang kemudian menggunakan rok mini dan kini hot pants serta di lengkapi dengan menggunakan tank top itulah trend saat ini. Pakaian tersebut biasanya banyak dipakai oleh penari di discotic juga. Menggunakan busana tersebut dirasa akan lebih menarik perhatian dan lebih yaman dipakai. Kalau memakai pakaian tersebut jaman dulu akan melanggar norma-norma yang berlaku tetapi sekarang menjadi hal yang biasa-biasa saja.
Selain itu masalah norma berperilaku dalam kehidupan masyarakat, kita tahu bahwa orang Jawa terkenal dengan “unggah-ungguhnya” apabila bertemu dengan orang lain, namun di era modernisasi ini orang-orang semakin jarang melakukannya banyak diantara mereka yang justru cuek bebek dan selalu menunjukkan bahwa seolah-olah orang itu hidup sendirian (individualis), padahal kita tahu sikap dan gaya individualis adalah gaya orang-orang Barat, dan tidak sesuai dengan budaya Timur negara kita.
Untuk itulah diperlukan kesadaran bersama baik pemerintah maupun masyarakat, serta dilakukan penanaman, penghayatan, dan pengamalan lebih mengenai pengetahuan akan kepribadian ataupun jati diri bangsa kita sehingga nantinya budaya asli kita tidak akan hilang tergilas oleh perkembangan roda zaman yang diboncengi masuknya berbagai budaya asing ke dalam negara kita. Masyarakat harus bisa mengambil hal-hal yang baik dari suatu budaya asing serta membuang hal-hal yang buruk dari budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian maupun jati diri bangsa kita.





B.   Westernisasi Budayan VS Wayang Golek, Identitas Nasional, dan       Kearifan Lokal
     Sebagaimana dijelaskan oleh Fortunately, bahwa Westernisasi pada umumnya adalah gerakan gerakan yang berorentasi pada pengaruh pengaruh Nilai nilai serta budaya barat yang ditujukan kepada Negara Negara dunia, utamanya adalah Negara Islam. Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia adalah Negara Islam terbesar dunia, dimana tentunya Islam adalah salah satu objek Negara yang dimaksud.Dengan Penduduknya Yang cukup besar, serta dengan Nilai nilai Ketimuran dan Nilai nilai Kegamaan yang utamanya adalah Islam maka sebenarnya Indonesia adalah objek yang sangat Prospektus dan Utama sebagai target pengembangan westernisasi oleh Negara Negara Barat. Dan Apabila kita berkaca lebih dalam, maka semenjak sebelum kemerdekaan Indonesia hingga kemerdekaan Negara ini yang dipimpin oleh rezim orde lama dan orde baru, maka Indonesia cukup dipandang sebagai Negara yang cukup kental dengan Nilai nilai dan budaya nya sebagai identitas Negara Ketimuran dan Negara Dengan warna Keislaman yang cukup kuat. Sebagai Indikasinya kita dapat melihatnya selain jumlah penduduk Islamnya terbesar adalah berkembangnya berbagai kelompok kelompok Islam , partai partai Islam serta penduduknya yang secara nilai Ritulaitas Islamnya cukup tinggi.
     Westernisasi seperti telah dijelaskan diatas merupakan suatu tindakan meniru orang-orang barat. Yang pada mayoritasnya berkecenderungan menganut paham liberalism. Hal ini tentu tidak sejalan jika dipadukan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Muslim.Pengaruh dari terjadinya westernisasi budaya ini terhadap identitas nasional memang sangat berpengaruh negative, pasalnya Westernisasi jelas menggali budaya barat yang kemudian melupakan budayanya sendiri. Sehingga jika budaya suatu bangsa telah hilang maka jati diri dan identitas bangsa tersebut pun hilang.
     Oleh karena itu jelas perlu dilakukan berbagai cara untuk mengantisipasinya. Westernisasi memang sulit untuk dihentikan dikarenakan zaman yang akan terus aju dan berkembang, yang kemudian menyebabkan modernisasi. Modernisasi ini menyebabkan terjadinya globalisasi. Yang kemudian dari globalsasi tersebut lahirlah westernisasi. Namun meskipun westernisasi sulit untuk dihentikan, masih banyak cara untuk menghentikannya misalnya dengan cara mempertahankan kearifan lokal, seperti mengubah saran hiburan tontonan dari televisi, atau drama teater ke wayang golek. Karena wayang merupakan sarana hiburan yang lebih aman dari pengaruh global. Wayang golek pun merupakan salaha satu bentuk kearifan lokal dan Identitas bangsa. Dengan demikian cara seperti inilah yang diaharapkan tumbuh dari pemikiran-pemikiran kaum muda bangsa ini. Sehingga westernisasi tidak akan menjamur lagi dinegara ini. Dan Identitas Nasional serta kearifan lokal pun akan terjaga dengan baik.





                                          Bab III
   Penutup
Kesimpulan
     Westernisasi seperti telah dijelaskan diatas merupakan suatu tindakan meniru orang-orang barat. Yang pada mayoritasnya berkecenderungan menganut paham liberalism. Hal ini tentu tidak sejalan jika dipadukan dengan masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Muslim.Pengaruh dari terjadinya westernisasi budaya ini terhadap identitas nasional memang sangat berpengaruh negative, pasalnya Westernisasi jelas menggali budaya barat yang kemudian melupakan budayanya sendiri. Sehingga jika budaya suatu bangsa telah hilang maka jati diri dan identitas bangsa tersebut pun hilang.
            Oleh karena itu jelas perlu dilakukan berbagai cara untuk mengantisipasinya. Diantaranya masih banyak cara untuk menghentikannya misalnya dengan cara mempertahankan kearifan lokal, seperti mengubah saran hiburan tontonan dari televisi, atau drama teater ke wayang golek. Karena wayang merupakan sarana hiburan yang lebih aman dari pengaruh global.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar